Koleksi Puisi Jalaluddin Rumi

December 22, 2012 § Leave a comment

Koleksi Puisi Jalaluddin Rumi

Syair Jalaluddin Rumi

“Jangan tanya apa agamaku. aku bukan yahudi. bukan zoroaster. bukan pula islam. karena aku tahu, begitu suatu nama kusebut, kau akan memberikan arti yang lain daripada makna yang hidup di hatiku”

“Persahabatan suci, menjadikanmu seorang dari mereka. Sekalipun engkau batu atau pualam, kau akan menjadi permata bila kau menjadi tingkat manusia perasa”

“Dulu dia mengusirku, sebelum belas kasih pun urun ke hatinya dan memanggil. Cinta telah memandangku dengan ramah pula”

“Cinta bagai perantara yang menaruh kasihan, datang memberi perlindungan pada kedua jiwa yang sesat ini”

“Menangislah seperti kincir angin, rumput-rumput hijau mungkin memancar dari taman istana jiwamu. Jika engkau ingin menangis, kasihanilah orang yang bercucuran air mata, jika engkau mengharapkan kasih, perlihatkanlah kasihmu pada si lemah”

“Ketika aku jatuh cinta, aku merasa malu terhadap semua. Itulah yang dapat aku katakan tentang cinta”

“Dalam cinta segalanya berubah rupa. Orang Amerika berubah menjadi orang Turki”

“Berbicara dalam bahasa yang sama adalah kekeluargaan dan persamaan bila kita bersama mereka bila kita percayai, kita seperti orang tawanan dalam rantai. Banyak orang India dan Turki berbiacra dalam bahasa yang sama, namun banyak pasangan orang Turki ternyata orang – orang asing. Bahasa yang sama – sama dipahami memang khusus, kebersamaan hati lebih baik dari pada kebersamaan bahasa”

“Sejak kudengar tentang dunia Cinta, kumanfaatkan hidupku, hatiku dan mataku di jalan ini. Aku pernah berpikir bahwa cinta dan yang dicintai itu berbeda. Kini aku mengerti bahwa keduanya sama”

“Kami bersyukur atas cinta ini, ya Tuhan, cinta yang melaksanakan kemurahan tak terbatas. Terhadap kekurangan-kekurangan apapun dalam syukur kami yang mungkin membuat kami berdosa, cinta mencukupkan hingga pulih kembali”

“Jika kita menggali lubang untuk menjerumuskan orang ke dalamnya, kita sendiri yang akan terjerumus ke dalamnya. Jangan menganyam sendiri kepompong ulat sutera dan jangan menggali lubang itu terlalu dalam. Janganlah mengira si lemah tak punya pelindung dan ucapkan kata-kata dari Quran, “kapankah pertolongan dari Allah akan datang”

“Orang yang menghormati akan dihormati, orang yang membawa gula akan makan kue badam. Buat siapa perempuan yang baik-baik. Laki-laki baik-baik. Hormatilah temanmu atau lihat apa yang terjadi jika tidak kauhormati”

“Barangsiapa melihat sesuatu pada sebab-sebab, maka dia akan menjadi pemuja bentuk. Namun orang yang mampu menatap pada “Sebab Pertama”, maka dia akan menemukan cahaya yang memancarkan makna”

“Dunia manusia adalah batin yang memiliki kemegahan. Karena itu duhai sahabat, mungkinkah engkau menjadi bijak, sementara yang relatif terus saja kau jadikan pujaan?”

“Jadilah kekasih bagi dirimu sendiri! Lampaui dua dunia. Dan tinggalah di kediaman sendiri! Pergi, jangan mabuk dengan anggur dan kecongkakan – kecongkakan itu! Lihatlah kilauan wajah itu dan sadarlah akan dirimu sendiri”

“Perhatikanlah setiap binatang, dari serangga kecil sampai gajah, semua mereka keluarga Tuhan dan rezeki mereka tergantung kepada-Nya. Sungguh Tuhan Maha Pemberi rezeki! Semua kesedihan dalam hati kita lahir dari asap dan debu keberadaan kita dan segala nafsu yang sia-sia”

“Orang yang bijaksana melihat ucapan bagaikan orang tua. Ia turun dari langkit, karena itu ia bukanlah sesuatu yang tak berharga. Ketika kau bicara dengan kata-kata kotor maka sekian banyak kata hanya bernilai satu. Namun bila kau bicara dengan baik maka satu kata akan memiliki nilai berlipat. Ucapan akan terkuak bagi engkau yang mampu membuka dinding pembatas (hijab). Sehingga kau tahu bahwa sesungguhnya ia adalah sifat – sifat Tuhan Yang Maha Pencipta”

“Kembalilah kepada sejatimu, wahai hati! Karena jauh di dalam dirimu wahai hati, engkau akan menemukan jalan menuju Tuhan Yang Tercinta”

“Mencintai perempuan dibuat menarik bagi laki-laki. Tuhan sudah mengaturnya, betapa mereka dapat menghindari apa yang sudah diatur oleh Tuhan? Karena Tuhan menciptakan perempuan supaya Adam mendapat kesenangan dengan dia. Bagaimana Adam dapat dipisahkan dari Hawa?”

“Dunia hanyalah seperti cermin yang memantulkan kesempurnaan Cinta Tuhan. Wahai kawan! Mungkinkah ada sesuatu yang lebih besar dari keseluruhan?”

“Perempuan adalah cahaya Tuhan, Dia bukan dicintai secara duniawi, dia berdaya kreatif, bukan hasil kreasi”

“Cinta adalah lukisan orang yang getir menjadi manis, sebab dasar semua cinta adalah kebajikan moral”

“Seperti Adam dan Hawa yang melahirkan sekian banyak jenis, Cinta lahir dalam sekian banyak bentuk. Lihat, dunia penuh dengan lukisan, namun ia tidak memiliki bentuk”

“Tataplah wajah cinta supaya kau mampu meraih sifat kemanusiaan. Karena itu jangan hanya duduk menggigil. Sebab jika demikian,mereka kan membuatmu menggigil”

“Datang dengan tangan kosong ke rumah teman-teman, bagai pergi ke kilang tepung tanpa membawa gandum”

“Kalau hati pulih menjadi sehat, dan bersihkan dari segala hawa nafsu, kemudian Tuhan Yang Maha Pengasih bersemayam di Singgasana. Di samping itu, Dia langsung membimbing hati, selama hati bersama Dia”

“Pilihlah Cinta. Ya, Cinta! Tanpa manisnya Cinta, hidup ini adalah beban. Tentu engkau telah merasakannya”

“Kecaman yang datang dari sahabat – sahabat dekat memang diperlukan sehingga, tanpa bantuan pemantul apapun, kau menjadi pengucur air dari laut. Ketahuilah bahwa pada mulanya kecaman adalah peniruan, tapi bila ia terus menerus terulang, akan langsung berubah menjadi wujud kebenaran. Supaya itu terwujud, janganlah berpisah dari kerang jika tetesan air hujan belum lagi menjadi mutiara”

“Yang menjadi sasaran cinta bukanlah bentuk-apakah itu cinta untuk kepentingan dunia ini atau untuk akhirat”

“Ada orang asing tergesa-gesa mencari tempat tinggal, seorang teman membawanya ke sebuah rumah rusak,, “Jika rumah ini beratap” katanya, “kau dapat tinggal di sebelah tempatku. Keluargamu juga akan kerasan di sini, jika di situ ada sebuah kamar lagi” .”Ya”, katanya, “enak sekali tinggal di sebelah teman-teman, tapi kawanku sayang, orang tak dapat tinggal di dalam ‘jika’ sumber

Baca juga:

Kumpulan Syair dan Puisi Jalaluddin Rumi (Bagian 2).

Tagged: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Koleksi Puisi Jalaluddin Rumi at Kumpulan Artikel Unik Berbahasa Indonesia.

meta

%d bloggers like this: